Tel: (021) 7579 1378      Email: sekr-ptrrb@bppt.go.id

Foto Bersama Tim BPPT, Bappeda, dan Dinas-Dinas di Kabupaten Kabupaten Taliabu, Maluku Utara

Kabupaten Pulau Taliabu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sula berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 21 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5399), yang terletak di Provinsi Maluku Utara.

Hasil pemekaran tersebut mencakup 8 (delapan) kecamatan, yaitu Kecamatan Taliabu Barat, Taliabu barat Laut, Lede, Taliabu Utara, Taliabu Timur, Taliabu Timur Selatan, Taliabu Selatan, dan Kecamatan Tabona. Secara keseluruhan wilayahnya terbentang seluas 1.469,93 km2, dengan jumlah penduduk mencapai 56.135 jiwa (data tahun 2012), serta jumlah desa/kelurahan sebanyak 71 desa/kelurahan.

Kabupaten Pulau Taliabu berbatasan dengan Laut Maluku di sisi utara, Selat Cipalulu di sisi timur, Laut Banda di sisi selatan, dan di sebelah barat dengan Laut Banda, yang beribukota di Bobong yang terletak di Kecamatan Taliabu Barat.

Perkebunan

Perkebunan merupakan potensi terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Pulau Taliabu dengan komoditas utama cengkeh, kelapa, kakao dan pala.Melalui sektor perkebunan, diharapkan dapat mengembangkan ekonomi wilayah di kabupaten tersebut. Suatu fakta sosial-ekonomi yang terjadi di wilayah ini, meskipun Kabupaten Pulau Taliabu berada dalam wilayah maritim dengan potensi perikanan yang potensial namun sebagian besar penduduknya, yakni 80%, bermatapencaharian sebagai petani, baik itu petani kebun, tanaman pangan, holtikultura, maupun petani kehutanan (petani yang menggantungkan hidupnya di sektor kehutanan). Hal ini sangat jelas terlihat apabila musim panen cengkeh tiba, yakni bulan Juli-September, hampir semua aktivitas masyarakat Taliabu di sektor perkebunan, baik itu penduduk yang tinggal di daerah pesisir maupun di daerah pedalaman.

Perikanan

Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah laut yang luas, maka pasti bahwa perikanan dan kelautan merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Pulau Taliabu. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara (2012) bahwa potensi perikanan tangkap diperkirakan 1 juta ton pertahun dan baru dimanfaatkan kurang dari 30%. Sebaran jenis perikanan tangkap untuk wilayah kepulauan Taliabu, Mangoli, dan Sulabesi adalah jenis ikan premium yaitu tuna, cakalang, dan kerapu. Namun jumlah nelayan di Pulau Taliabu tidak sampai 10% dan itupun menggunakan alat tangkap yang sangat sederhana (jaring tangan dan pancing), maka dapat diperkirakan bahwa jumlah perikanan tangkap yang sudah dimanfaatkan kurang dari 10%. Karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani. Artinya potensi perikanan tangkap di kawasan ini masih sagant potensial. Pada sisi lain diperoleh data yang terkonfirmasi dengan hasil observasi lapangan bahwa lebih kurang sepanjang 30 km kawasan pantai barat pulau Taliabu ditanami rumput laut, mulai dari bagian utara Kecamatan Taliabu Barat sampai Kecamatan Lede. Potensi kelautan lainnya seperi terumbu karang, non ikan, arus laut sama sekali belum dimanfaatkan. Arus laut yang dimaksud adalah arus laut selat Capalulu.

Pertambangan

Kabupaten Pulau Taliabu mempunyai potensi pertambangan mineral yang cukup besar di antaranya adalah biji besi, galena, dan terdapatnya sumber panas bumi di Taliabu Timur (Losseng). Ketersediaan bahan sumber pertambangan mineral ini menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pulau taliabu. Untuk potensi Bijih Besi sudah ada investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten ini. Potensi tambang bijih besi terdapat di Taliabu Utara dan Lede. Rencananya akan dibangun smelter dan pelabuhan khusus tambang.

Pariwisata

Daerah Kabupaten Pulau Taliabu memiliki lebih dari 15 titik destinasi wisata. Konsep pengembangan sektor ini harus berbasis kecamatan, karena hampir setiap kecamatan memiliki objek wisatan unggulan. Selain itu, kabupaten ini memiliki banyak pulau-pulau indah yang layak dijadikan destinasi wisata.

Pertanian

Hasil sektor pertanian Kabupaten Pulau Taliabu meliputi  padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, dan sayuran. Area terbesar adalah sayuran dengan 391 ha dan produksi 2.102,3 ton, sedangkan untuk padi masih memiliki lahan yang sedikit yaitu 8,3 ha dengan produksi 14,51 ton.

Peta Administrasi Kabupaten Kabupaten Taliabu, Maluku Utara

Statistik Pengunjung

6.png0.png0.png0.png1.png
Today17
Yesterday43
This week17
This month206

Hubungi Kami

Gedung 820 Teknologi Sistem Kebumian (Geostech), Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan 15314

Telp/Fax (021) 75791378